Diduga Tabrak Perda, PT Permata Coco Cemerlang Kokoh Berdiri di Lahan Zona Hijau

    Diduga Tabrak Perda, PT Permata Coco Cemerlang Kokoh Berdiri di Lahan Zona Hijau

    TANGERANG - Pabrik yang memproduksi Briket berdiri di lahan Zona hijau seolah tidak bisa dijamah oleh hukum, faktanya masih tetap berdiri di lahan yang seharusnya untuk lahan pertanian karena bukan Zona Industri. Sabtu (08/05/2021). 

    Sudah banyak media online yang memberitakan terkait dugaan pelanggaran Perda yang dilakukan oleh PT Permata Coco Cemerlang tersebut, ironisnya belum ada tidakan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang. 

    Pihak Pemerintah Desa dan Kecamatan sudah dikonfirmasi, namun mereka semua mekatakan tidak tahu saat ditanyakan mengenai perijinan perusahaan Briket yang berdiri di lahan Zona Hijau, tepatnya di Kampung Blukbuk Luwung Desa Blukbuk Kecamatan Kronjo Kabupaten Tangerang. 

    Mamat yang bekerja sebagai mandor di PT Permata Coco Cemerlang mengatakan saat diwawancarai oleh awak media mengatakan, " Saya tidak tahu tentang perijinan pabrik ini, karena saya ditugaskan hanya sebagai penanggung jawab karyawan disini, selebihnya itu semua ada di Bos Edi", ucap Mamat. 

    Edi pemilik perusahaan saat dikonfirmasi membenarkan, pabriknya sudah berdiri hampir 2 Tahun, namun baru beroperasi sejak Januari 2021, dengan dalih untuk membantu masyarakat dan membuka lowongan pekerjaan bagi warga setempat. 

    " Pabrik ini memang berdiri hampir 2 Tahun, tapi normal Produksi baru Januari 2021, inipun untuk membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat terutama warga setempat", ujarnya kepada awak media. Senin (08/03/2021). 

    Saat dikonfirmasi Kades Blukbuk H. Sanusi melalu panggilan whatsapp mengatakan tidak tau terkait perijinan Pabrik tersebut, " Pabrik Briket yang ada di Kampung Desa Blukbuk itu  saya tidak tahu perijinan nya, mungkin yang tau mantan Kades yang dulu, memang saya pernah kesana, yang bekerja sebagian warga setempat", jelas Kades Blukbuk. 

    Cecep Rohana selaku Biro Investigasi LSM KPK  -N Provinsi Banten, menanggapi persoalan PT Permata Coco Cemerlang yang diduga menabrak Perda mengatakan, " Ada dugaan Kalau perusahaan Briket itu menabrak Perda, diduga kuat Perusahaan itu tidak berijin, karena berdiri di lahan Zona Hijau bukan Zona Industri", ujarnya. 

    Cecep Rohana menambahkan, " Harus Pemerintah melalui Dinas terkait melakukan tindakan tegas", pungkasnya.

    (Sopiyan)

    tangerang banten
    Sopiyan hadi

    Sopiyan hadi

    Artikel Sebelumnya

    Camat Mekar Baru Pantau Pos Penyekatan Mudik...

    Artikel Berikutnya

    Calo/Sponsor Rugikan TKW, Kepala BP2MI Pusat...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Syafruddin Adi verified

    Achmad Sarjono

    Achmad Sarjono verified

    Postingan Bulan ini: 205

    Postingan Tahun ini: 2018

    Registered: Jul 16, 2020

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 204

    Postingan Tahun ini: 1441

    Registered: May 24, 2021

    Basory Wijaya

    Basory Wijaya verified

    Postingan Bulan ini: 110

    Postingan Tahun ini: 567

    Registered: Oct 11, 2021

    Maskuri

    Maskuri

    Postingan Bulan ini: 106

    Postingan Tahun ini: 212

    Registered: Mar 9, 2022

    Profle

    Habibi verified

    219 Orang Warga Binaan Rutan Kelas I Labuhan Deli Kanwil Kemenkumham Sumut Dapat Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri 1443 H
    Empat Warung dan Ruko Terbakar, Kapolres Tinjau Lokasi Kebakaran dan Serahkan Bantuan
    Diduga Korban Pembunuhan, Mayat Seorang Pria Ditemukan di Kebun Karet Afdheling Begosari Bringin Semarang
    Pengamat Maritim: Menanti Ketegasan Sikap Pemerintah terkait Kejelasan Nasib 7 Buruh ABK WNI yang Hilang di Mauritius

    Follow Us

    Recommended Posts

    Imbas Truk Kontainer Mogok di Jembatan Tol Cikupa Lalin Macet hingga Malam Hari
    Selamatkan Hutan di Jawa, Rimbawan Perhutani Gelar Aksi Damai
    Netty Prasetiyani Desak Pemerintah Jelaskan Transisi Pandemi dan Hepatitis Akut ke Masyarakat
    4 Kosensus Dasar Negara Perlu diterapkan di Indonesia, Materi Simposium Kapolda Sulut
    Selamatkan Hutan di Jawa, Rimbawan Perhutani Gelar Aksi Damai