Dalam Rakor FKLPI, Kemnaker Bahas Penangulangan Tingkat Pengganguran

    Dalam Rakor FKLPI, Kemnaker Bahas Penangulangan Tingkat Pengganguran

    TANGERANG - Kementerian Ketenagakerjaan melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) melaksanakan Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Dengan Industri (FKLPI) yang diselenggarakan di Swiss-bellhotel Serpong - Tanggerang Selatan pada tanggal 4-7 November 2020. 

    Rapat koordinasi tersebut yang di hadiri oleh perwakilan pengurus FKLPI Kab/Kota se Indonesia mengangkat tema; “Tantangan dan Peluang Peningkatan Kemitraan Lembaga Pelatihan - DUDI di Era Adaptasi Kebiasaan Baru”. 

    Rakor FKLPI kali ini mengundang pembicara dari berbagai kalangan yang mulai dari unsur pemerintah dan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Hadir sebagai pembicara Staf Khusus Kementerian Ketenagakerjaan, Caswiyono Rusydie Cakrawangsa; Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Kunjung Masehat; Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Hariyadi Sukamdani; serta Sekjen BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Bagas Adhadirgha.

    Direktur Jenderal Binalattas, Budi Hartawan saat sambutan pembukaan menyampaikan, pembangunan ketenagakerjaan merupakan menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas unggul dan maju, generasi pekerja keras, terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berdedikasi. Pembangunan SDM tersebut merupakan program yang masuk dalam 5 lima prioritas pembangunan nasional Pemerintahan Jokowi - Amin.

    “Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) adalah sangat penting, hal itu sesuai dengan semangat Nawa Cita Presiden Joko Widodo, ” kata Budi.

    Budi melanjutkan, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) periode bulan Februari 2020, menggambarkan jumlah angkatan kerja Indonesia sebesar 137, 91 juta orang. Dari data tersebut, jumlah angkatan kerja yang bekerja adalah sebesar 131, 03 juta orang dan angkatan kerja yang masuk dalam kategori pengangguran sebesar 6, 88 juta orang.

    Penyebab terjadinya pengangguran di Indonesia diantaranya adalah ketidakseimbangan antara pekerjaan dan jumlah tenaga kerja yang meningkat setiap tahunnya, kemajuan teknologi, sulitnya mendapatkan informasi lowongan kerja bagi para pencari kerja, kemampuan pencari kerja yang tidak sesuai dengan permintaan perusahaan, kurangnya pendidikan dan keterampilan serta tantangan disrupsi yang radikal di era revolusi industri 4.0 saat ini.

    “Dalam forum ini saya berharap, dengan adanya FKLPI hubungan dan sinergisitas antara BLK dengan dunia usaha dan dunia industri berjalan baik demi mewujudkan SDM yang berkualitas untuk mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia, ” pungkas Budi.

    Apa Itu FKLPI?

    FKLPI adalah Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Dengan Industri yang merupakan suatu wadah komunikasi, koordinasi dan sinkronisasi antara Balai Latihan Kerja (BLK) dengan Industri dengan tujuan mensinergikan program pelatihan BLK dengan kebutuhan dunia industri (link and match).

    Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri (FKLPI) pertama kali dibentuk pada tahun 2014 melalui Surat  Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Nomor : KEP. 95/LATTAS/IV/2014 tanggal 30 Oktober 2014. Unsur Anggota FKLPI meliputi perwakilan dari Industri, Asosiasi Industri, dan Kawasan Industri. 

    Agenda pertama FKLPI adalah melakukan survey terhadap Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) yaitu dengan tujuan identifikasi kebutuhan yang diperlukan oleh BLK maupun Industri di wilayah BLK setempat guna penyerapan lulusan BLK yang bisa diterima oleh industri.

    Agenda kedua  FKLPI adalah penyusunan buku pedoman pembentukan FKLPI dan pelaksanaan kemitraan lembaga pelatihan kerja sebagai acuan dalam membentuk FKLPI di Daerah. Agenda berikutnya sampai saat ini adalah melakukan sosialisasi, pembentukan dan pembinaan FKLPI Daerah.

    Dalam keterangan Ketua FKLPI Pusat, Budi Setyo Utomo menjelaskan bahwa saat ini sudah terbentuk FKLPI Daerah sebanyak 83 BLK dari 305 BLK seluruh Indonesia.

    (  fikri/sopiyan )

    tangerang banten
    Sopiyan hadi

    Sopiyan hadi

    Artikel Sebelumnya

    Serah Terima Dan Lepas Sambut Pejabat Administrator...

    Artikel Berikutnya

    Syaiful Bahri Bantah Tudingan Soal Membisniskan...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Syafruddin Adi verified

    Achmad Sarjono

    Achmad Sarjono verified

    Postingan Bulan ini: 205

    Postingan Tahun ini: 2018

    Registered: Jul 16, 2020

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 204

    Postingan Tahun ini: 1441

    Registered: May 24, 2021

    Basory Wijaya

    Basory Wijaya verified

    Postingan Bulan ini: 110

    Postingan Tahun ini: 567

    Registered: Oct 11, 2021

    Maskuri

    Maskuri

    Postingan Bulan ini: 106

    Postingan Tahun ini: 212

    Registered: Mar 9, 2022

    Profle

    Habibi verified

    219 Orang Warga Binaan Rutan Kelas I Labuhan Deli Kanwil Kemenkumham Sumut Dapat Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri 1443 H
    Empat Warung dan Ruko Terbakar, Kapolres Tinjau Lokasi Kebakaran dan Serahkan Bantuan
    Diduga Korban Pembunuhan, Mayat Seorang Pria Ditemukan di Kebun Karet Afdheling Begosari Bringin Semarang
    Pengamat Maritim: Menanti Ketegasan Sikap Pemerintah terkait Kejelasan Nasib 7 Buruh ABK WNI yang Hilang di Mauritius

    Follow Us

    Recommended Posts

    Imbas Truk Kontainer Mogok di Jembatan Tol Cikupa Lalin Macet hingga Malam Hari
    Selamatkan Hutan di Jawa, Rimbawan Perhutani Gelar Aksi Damai
    Netty Prasetiyani Desak Pemerintah Jelaskan Transisi Pandemi dan Hepatitis Akut ke Masyarakat
    4 Kosensus Dasar Negara Perlu diterapkan di Indonesia, Materi Simposium Kapolda Sulut
    Selamatkan Hutan di Jawa, Rimbawan Perhutani Gelar Aksi Damai