Agen BRILink Heriah di Sepatan Timur Tidak Terdaftar Sebagai Penyalur BPNT-PKH

Agen BRILink Heriah di Sepatan Timur Tidak Terdaftar Sebagai Penyalur BPNT-PKH

TANGERANG - Dari 11 Toko atau agen BRILink di Kecamatan Sepatan Timur. Toko milik Heriah tidak terdaftar. Buah busuk yang diterima penerima Bantuan Pangan Non Tunai Program Keluarga Harapan (BPNT PKH) di Desa Gempol Sari, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, dikirim dari Toko Heriah.

Berdasarkan data yang diterima wartawan, ada 11 agen BRILink yang tersebar dalam 8 desa di Kecamatan Sepatan Timur. Yakni Agen BRILink Rasim, Udin Haerudin, Syaripudin, Yeti, Udin PM, Suwanda, Hasanah, Abbas, Ratnasari, Yono dan Rusli

Samin, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Sepatan Timur, mengakui Toko Heriah yang beralamat di Desa Kedaung Barat, bukan sebagai toko resmi penyalur bantuan sosial pangan dari pemerintah.

“Berdasarkan data, hanya Toko Hasanah yang tercatat sebagai Agen BRILink sebagai tempat resmi menyalurkan bantuan sosial pangan di Desa Kedaung Barat, ” kata Sarmin, kepada wartawan, saat disinggung tentang legalitas Toko Heriah sebagai tempat penyaluran program BPNT PKH, Selasa (5/1/21).

Di tempat terpisah, saat dikonfirmasi wartawan, suami pemilik Toko Heriah, Saparudin mengatakan hanya dimintai pertolongan oleh Basyaruddin untuk menimpan barang saja. Dikatakanya, Koordinator Kecamatan (Korcam) pendamping sosial PKH Kecamatan Sepatan Timur memintanya untuk menyediakan tempat mendistribusikan bantuan sosial pangan.

“Toko saya hanya sebagai tempat sementara penyimpanan, sebelum bahan pangan diambil anak buahnya pendamping sosial dan dikirim ke penerima BPNT PKH. Misalkan malamnya barang-barang disimpan ke tempat saya, besoknya barang-barang langsung didistribusikan anak buahnya pendamping sosial PKH ke keluarga penerima manfaat program BPNT PKH, ” tuturnya.

Adapun bahan pangan yang disimpan di tempatnya kata Saparudin, bahan pangan seperti beras, telur, buah-buahan, tahu, tempe, ayam ataupun ikan. “Bahkan, saya tidak terima upah tempat. Saya bersedia toko saya jadi tempat penyaluran hanya karena istri saya sebagai penerima BPNT PKH, ” ucapnya.

Sementara itu, Korcam Pendamping Sosial PKH Kecamatan Sepatan Timur Basyarudin, mengakui Toko Heriah hanya sebagai tempat penitipan bantuan sosial pangan sebelum didistribusikan ke penerima BPNT PKH.

“Dulu, Toko Heriah pernah jadi elektronik warung gotong royong (e-Warong) PKH dan memiliki mesin Electronic Data Capture (EDC). Tapi sekarang mesin EDC-nya sudah ditarik. Bahkan sudah sekian lama saya usulkan ke BRI agar memberikan mesinnya lagi. Sementara, pakai mesin EDC pinjam. Lebih jelasnya ketemu saja ya. Lebih enak ngobrol langsung, ” ucapnya, saat dikonfirmasi wartawan. ( sopiyan )

tangerang banten
Sopiyan hadi

Sopiyan hadi

Previous Article

Terkait Berita Di Beberapa Media Online...

Next Article

TKW Desa Pagedangan Udik Kronjo Sakit, Sponsor...

Related Posts

Peringkat

Profle

Nanang Suryana

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 128

Postingan Tahun ini: 128

Registered: Sep 22, 2020

Eko Prasetyo

Eko Prasetyo verified

Postingan Bulan ini: 68

Postingan Tahun ini: 68

Registered: Dec 22, 2020

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 56

Postingan Tahun ini: 56

Registered: Sep 22, 2020

Sopiyan hadi

Sopiyan hadi

Postingan Bulan ini: 53

Postingan Tahun ini: 53

Registered: Sep 22, 2020

Profle

Amry Pasaribu

Terkonfirmasi, 331 Kasus Positif Covid-19 di Toraja Utara dan 16 Meninggal Dunia
Dua Pasien Positif Covid-19 di Luwu Timur Meninggal Dunia
Bupati Jeje wiradinata Klarifikasi Terkait Opini di Medsos bahwa Bupati Menantang Masyarakat
Kedok Permainan Dugaan Penipuan Oknum Karyawan PT. Equityworld Futures Cabang Manado Mulai Terkuak

Follow Us

Recommended Posts

Desa Pasir Jaya Gelar Musdes Pencermatan Ulang Dokumen RPJMDesa Dan RKPDesa Tahun 2020
Pemerintah Diminta Tetapkan OPM Sebagai Teroris
Polri Solid, Dukung Listyo Sigit Pimpin Korps Bhayangkara
Warga Binong Terima Bantuan Sosial Tunai (BST) Banprov Tahap II di Lima Lokasi Penyaluran
Pembagian BST Tahap 10 di Kecamatan Kemiri Tertib, Prokes Tetap Dipatuhi